Indonesia dan kebudayaan tentunya menjadi dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Mengapa demikian? Karena masyarakatnya yang bineka menghasilkan kebudayaan yang sangat beragam, sehingga Indonesia dikenal kaya akan kebudayaannya. Misalnya dalam dibidang kesenian, seperti musik, nyanyian, tarian, dan sebagainya. Untuk seni tari saja, terdapat berbagai jenis bergantung tujuannya, baik untuk pertunjukan, hiburan, menolak bala, hingga tarian penyambutan.

We Must Able TO Know And Understand What A Lottery

Ada banyak tarian penyambutan yang terdapat di seluruh wilayah Indonesia, salah satunya, tari padduppa. Bagi kalian yang berasal dari Sulawesi Selatan pastinya sudah familiar dengan tari padduppa, atau mungkin kalian salah satu orang yang pernah menarikan tarian ini. Tari padduppa ialah tarian khusus wanita, ditarikan oleh penari dengan jumlah ganjil. Tarian ini pada masa lampau, hanya diperuntukkan untuk menyambut raja-raja beserta tamu besar kerajaan pada acara-acara adat dan pernikahan. Tarian ini pula pada awalnya, tidak dapat dibawakan oleh sembarang orang, hanya wanita yang memiliki garis keturunan bangsawan yang dapat melakukan tarian ini.

Great Way To Enjoy With Friends And People

Seiring bertambahnya waktu, tari padduppa turut disajikan dihampir seluruh acara dalam masyarakat, baik kegiatan kecil hingga besar untuk menyambut tamu. Penarinya pun tidak dibatasi lagi hanya untuk orang-orang berdarah bangsawan saja, tetapi semua wanita dari kalangan mana pun dapat menarikan tarian ini.

Harga Mesin Slot Meningkat, Berapa Banyak Orang Yang Ingin?

Perlengkapan yang Digunakan dalam Tari Padduppa

Penari tarian padduppa menggunakan baju bodo (baju tradisional khusus untuk perempuan di Sulawesi Selatan) sebagai atasannya dan sarung sutra untuk bawahan. Pakaian penarinya dilengkapi dengan berbagai aksesoris, yaitu bando dengan hiasan bunga-bunga, gelang lengan, gelang tangan, kalung, dan anting panjang.

Pada tarian ini, setiap penari membawa bosara, sejenis nampan berbahan besi, berbentuk bundar, memiliki satu kaki di bawahnya sebagi penopang, lengkap dengan penutupnya yang terbuat dari rangka besi dibungkus dengan kain berwarna mencolok. Bosara biasanya digunakan oleh masyarakat Bugis untuk tempat kue dalam menjamu tamunya. Penggunaan bosara bagi masyarakat Bugis dianggap sebagai salah satu bentuk memuliakan tamu. Bosara yang dibawa oleh penari pada tari padduppa berisikan beras, dewasa ini ada pula yang menggantikannya dengan bunga.

Musik Pengirin Tari Padduppa

Iringan tari padduppa merupakan instrumen musik yang khas, berupa bunyi-bunyi yang dihasilkan oleh alat musik tradisional, tanpa diiringi oleh nyanyian. Alat musik yang dipakai untuk mengiringi tari padduppa yaitu, kecapi, suling, genrang (gendang), dan pui-pui (serunai).

Tari Padduppa,Gambaran Perilaku Masyarakat Sulawesi Selatan

Tari padduppa tidak hanya sebatas tarian bagi masyarakat, lebih dari itu, tari ini dianggap sebagai implementasi dari bentuk penghormatan kepada seorang pemimpin maupun kepada para tamu yang datang. Penggunaan bosara sebagai peralatan wajib dalam tarian ini menggambarkan kebiasaan dari masyarakat Sulawesi Selatan dalam menjamu tamunya. Bosara dalam masyarakat Sulawesi Selatan diannggap sebagai wadah makanan terbaik yang digunakan untuk mappakaraja (memuliakan) tamunya.

Konsep pangadareng diterapkan pula dalam tari padduppa ini, penekanan pada unsur ade’ yang mencakup norma dalam bermasyarakat dapat dilihat dari para penarinya yang selalu menebar senyuman sepanjang tariannya. Hal ini menjadi gambaran sikap masyarakat Sulawesi Selatan dalam menyambut tamunya dengan keramah-tamahan, kesopanan, serta sikap saling peduli.

Nah guys, itulah sekilas informasi tentang Sulawesi Selatan terkait dengan keseniannya, tari padduppa, tarian penyambutan di Sulawesi Selatan, dimana tarian ini memilki makna yang dalam, lebih dari sekadar tarian, karena disetiap gerak dan peralatan yang digunakan dalam tarian ini dapat menggambarkan perilaku masyarakatnya.